Energi Kegagalan

Peristiwa besar dalam hidup seseorang umumnya dapat di golongkan dalam 3 hal, kehilangan orang yang sangat dicintai, kegagalan yang dampaknya dalam menggoncang jiwa, dan terakhir kejadian yang hampir merenggut jiwa. Karena 3 kejadian yang hampir merenggut nyawa, dimana jarak tubuh ini dengan kematian hanya 2 cm, sudah disampaikan maka note ini akan bercerita khusus tentang kegagalan.

Semua kegagalan menyimpan energi, semakin dalam kegagalan itu meresap ke pori-pori jiwa semakin besar energi yang dikandungnya. Energi ini pedang bermata dua, pikiran dan tindakan kita (respon) terhadap kegagalan akan menentukan dampak apa yang bisa dihasilkan dari energi kegagalan itu, apakah membawa kita ke ‘tempat-tempat’ yang lebih tinggi atau sebaliknya mengikat kaki dan menenggelamkan diri kita.

Bacalah rentetan kegagalan hidup dari seorang Abraham Lincoln dan kita akan terkesima bahwa rentetan kegagalannya tidak mampu menghalanginya menjadi orang besar, energi kegagalannya bisa menjadikannya presiden dari sebuah negara terbesar di dunia. Energi Kegagalanlah dari seorang Khalil Gibran yang tidak bisa menyatu dengan Hala Daher menjadi inspirasinya untuk menciptakan karya pertamanya “Sayap-Sayap Patah”, sebuah karya yang menjadi bacaan wajib zaman kuliah dulu.

Memahami betul makna dari kegagalan, hanya bisa terjadi bila kita memang pernah mengalaminya sendiri. Merasakan sendiri itu lebih bermakna, karena dampaknya sampai kehati, dalam, dan sulit bahkan tidak bisa dilupakan. Saat semua persyaratan untuk sekolah di Birmingham University sudah didapatkan bahkan sudah memperoleh Letter Of Acceptance (LOA) unconditional, Unconditional itu artinya tinggal masuk ke ruang kuliah tidak ada lagi berkas PR tersisa, tidak perlu lagi melewati tahapan Pre-University. Beberapa kegagalan dalam wawancara beasiswa menghilangkan kebanggaan sebuah LOA.
Terakhir, jangan berharap untuk gagal tapi jangan pernah takut menghadapi kegagalan.

 

“Jangan biarkan sejarah masa lalumu membunuh takdir masa depanmu” – Albert Einstein –

– Harmoni One Hotel, Batam, 21 Juli 2017 –

Advertisements

Old soul n Old memories

 

Lagi kepikiran soal reinkarnasi, jiwa tua, dejavu dll. Ada jiwa yang memang sudah pernah dan lama hidup terus terlahir kembali, makanya ada banyak orang yang tingkat kedewasaannya jauh diatas umurnya, punya intuisi yang kuat  karena memang sudah pernah mengalaminya di kehidupan yang lalu. Ada juga soal dejavu, seakan-akan sudah pernah kesana sebelumnya padahal belum, ada soal mimpi-mimpi yang terus menghantui, ada soal keinginan yang kuat dan selalu rindu untuk pergi ke satu tempat, jangan-jangan itu adalah kampung halaman kita dikehidupan sebelumnya…hmmm macam-macam lah…

Berapa nilai dari sebuah kejujuran?

Diminta membuat note dengan tema integritas untuk disebar ke semua karyawan, akhirnya sepakat memilih judul tentang kejujuran dan inilah hasilnya 🙂

Ajaran – ajaran kebaikan dengan tema kejujuran bukanlah hal yang asing bagi kita semua karena tema ini sedari kecil berusaha ditanamkan kepada kita. Tentunya masih melekat dalam ingatan rekan-rekan semua bunyi dari dasa darma pramuka ke sepuluh “suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan”. Kata suci disini menurut pemikiran penulis erat kaitannya -kalau tidak mau dikatakan sama- dengan makna dari kata kejujuran.

Note ini akan menekankan soal kejujuran dalam perbuatan yang mana salah satu contohnya adalah tidak menerima sesuatu yang bukan hak kita. Bekerja di PLN dan menggantungkan semua sumber penghasilan kita dari perusahaan ini tidak akan membuat kita kaya raya akan tetapi insya allah cukup untuk memenuhi kebutuhan kita, dan bahkan sesekali, saya tekankan : sesekali, cukup untuk memanjakan diri, memenuhi keinginan kita.

Pastinya tidak akan pernah bisa memuaskan semua keinginan kita, keinginan yang kalau diperturutkan tidak akan ada ujungnya. Peluang yang menggoda kejujuran (Integritas) kita selalu ada dan terbuka, pilihannya ada di diri kita untuk mengambilnya atau menepisnya. Satu cara untuk menjaga kejujuran kita, mencegah dari tindakan tidak terpuji diatas adalah dengan menumbuhkan perasaan cukup dengan apa yang kita terima dari perusahaan selama ini, berapapun nilainya dan di level posisi manapun pun kita berada.

Sebagai penutup, dengan apa yang kita dapatkan selama ini dari perusahaan sudah semestinya kita lebih banyak memberi dan memberi, bukan sebaliknya.
Berapa nilai dari sebuah kejujuran?

TAK TERNILAI

Blind Side

Film “Blind Side” memang tak akan pernah bosan untuk ditonton, sebuah film yang diangkat dari kisah nyata ini termasuk film yang penuh dengan pesan moral dan kisah yang inspiratif. Menurut saya pribadi, setidaknya ada dua benang merah yang bisa diambil dari film ini.

Pertama, bahwa dengan sedikit kepekaan kita dalam membaca persoalan orang lain itu bisa merubah banyak atau setidaknya membuat perbedaan terhadap jalan hidup seseorang, Michael contohnya adalah seorang anak negro miskin bisa menjadi pemain softball terkenal karena kepedulian orang lain.

Yang kedua adalah dalam membantu seseorang lakukan sepenuh hati tanpa perhitungan untung-rugi. Agak berat memang tapi segala sesuatunya bisa dipelajari dan bisa dimulai dari hal yang terkecil. Pertanyaannya adalah bagaimana membuat kisah inspiratif di film ini bisa diterapkan dalam kehidupan kita, pekerjaan dan lingkungan kita??

Untuk membuat sebuah kisah inspiratif membekas dalam diri kita dan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari bisa dilakukan dengan menumbuhkan keyakinan bahwa kebaikan yang kita lakukan juga bisa memberikan kita kebahagian. Contohnya, merasa bahagia dan puas ketika bawahan yang kita dorong dan beri semangat untuk maju mendapatkan promosi karir yang bagus. Dengan semakin sering mendorong bawahan untuk maju dan merasa ikut bahagia bila bawahan berhasil maka akan semakin memperkuat keinginan kita untuk membantu orang lain.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk mengaplikasikan kisah inspiratif dalam kehidupan nyata adalah menumbuhkan mindset bahwa tiap-tiap manusia memang punya tugas untuk membantu mengembangkan orang lain. Orang tua yang mendidik dan berkorban untuk keberhasilan anaknya, dengan pemahamam bahwa itu semua adalah tanggung jawab kita sebagai seorang orang tua maka apa yang kita lakukan bisa lebih ikhlas.

Di lingkungan sekitar pun banyak hal yang bisa dilakukan yang terinspirasi dari pesan-pesan moral sebuah cerita atau film. Dan dengan dua pemahaman yang disebut diatas akan membuat kita lebih peka untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain, tidak mudah memang, tidak semudah menulis sebuah essay, membutuhkan latihan untuk membuatnya menjadi kebiasan, untuk membuatnya menjadi diri kita sebenarnya tanpa rekayasa tanpa pamrih. Penulis pun masih menunggu untuk itu…

memaknai keragaman…

Tidak mesti harus berbeda SEMUA tapi harus ADA yg berbeda untuk saling melengkapi, untuk mendapatkan bangunan yang utuh, untuk mendapatkan lukisan yg indah…

Kalau analoginya lari ke lukisan maka warna apapun kita tidak menjadi masalah tapi yang penting jadilah warna yang kuat, warna yg mewarnai, warna yg melengkapi, warna yang berbeda ataukah warna yang dirindukan

Kalau analoginya adalah bangunan, jadilah bagian bangunan yang kokoh, yang berbeda-beda, yang melakukan tugasnya sesuai fungsinya masing-masing, pondasi  ada dibawah dan dibuat mendatar untuk menahan semua bagian rumah, tiang dibuat berdiri dalam posisi yang teratur untuk menahan atap, dan atap dibuat melebar untuk menaungi semua bagian. Jangan sampai kebalik, pondasi ingin berdiri, atau tiang ingin terlentang…

Warna apapun kita, bagian manapun yang kita perankan, lakukan dengan maksimal, tak ada yang sia-sia, ada yang maha melihat…

 

Lubuk Alung, 02 Juni 2017

 

Tema tulisan

Ada beberapa tema tulisan yang terlintas, sepertinya menarik untuk ditulis. Berdamai dengan keinginan, hidup dengan prinsip, dan terakhir paradoks dalam kehidupan. Mudah-mudahan ada waktu dan bahan untuk meraciknya dalam waktu dekat hehe